Sunat Dirumah Liburan Sekolah Masa Pendemi Covid-19,Nail: Katanya Seperti Digigit Semut Tapi Digigit Buaya

Sunat Dirumah Liburan Sekolah Masa Pendemi Covid-19,Nail: Katanya Seperti Digigit Semut Tapi Digigit Buaya
Nail Simorangkir setelah disunat

BENGKALIS - Pada saat negara kita dan dunia  Pendemi Covid-19 kehidupan masyarakat berubah dan pemerintah baik pusat sampai daerah fokus menanggulangi penyebaran virus Corona. Perubahan  yang terjadi salah satunya terdampak sekolah atau pendidikan biasanya proses belajar mengajar secara tatap  muka (luring) yang diganti atau mau tak mau harus proses belajar secara daring atau online.

Saat ini anak anak sedang liburan sekolah dan akan memasuki tahun ajaran baru yang akan dilaksanakan secara serentak pembelajaran tatap muka terbatas pada hari Senin.(12/07). Masa libur ini dimanfaatkan  sunat dengan mendatangi petugas medis ke rumah.

Di kota Bengkalis pada hari kamis.(08/07) sekitar pukul 10.00 Wib tampak seorang anak masih pelajar tingkat sekolah dasar sedang terbaring di rumah jalan Subrantas Wonosari Kecamatan Bengkalis yang dikelilingi beberapa orang dengan menggunakan APD yang merupakan tenaga medis dari Puskesmas Damon Bengkalis.

Nail Simorangkir (10) meringis menahan sakit pada saat sedang di sunat dan orang tuanya berusaha agar nail menahan sakit sebentar.
Dengan cekatan proses sunat tersebut selesai dan dilakukan pembersihan tapi sepanjang proses khitan nail terus menerus meneteskan air mata dan seluruh ahli keluarga memberikan semangat kepada nail karena dua abangnya sudah sunat dua tahun yang lalu sebelum pendemi Corona terjadi.

Orang tua nail merupakan paramedis yang tentu tahu bagaimana menjaga kebersihan baik dalam perawatan nail paska disunat dan tentunya banyak yang harus dipatuhi baik nail sendiri jangan selalu nangis kesakitan apabila tersentuh kain atau benda-benda lainnya.
" Nail orangnya tak tahan menahan sakit (manja) beda dengan kedua abang-abangnya mereka pada waktu disunat bersamaan dua tahun lalu, " terangnya.

Dan setelah selesai beberapa jam nail terus meringis dengan mengeluarkan umpatan dengan mimik muka kesal mengatakan " Katanya cuma di gigit semut tapi macam di gigit buaya, " sambil menggerutu.

Khitan atau sunat memiliki manfaat dari sisi kesehatan selain menjadi anjuran dari sisi agama. Biasanya, masa liburan sekolah diisi dengan kegiatan sunatan massal atau menjadi momen tepat jika seorang anak ingin dikhitan.
Ternyata, sunat juga boleh dilakukan di rumah jika memang orang tua atau anak sudah menginginkan agar khitan segera dilakukan. Asalkan dilakukan oleh tenaga medis yang ahli dan dilakukan oleh tenaga medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Sunat selalu menjadi momok yang menakutkan. Namun, mungkin itu dulu ketika sunat masih menggunakan alat tradisional. Seiring dengan kemajuan teknologi dalam bidang medis, sunat tak lagi menyeramkan dan jauh lebih nyaman, ” kata Praktisi Khitan Tino dari UPT Puskesmas Damon kepada Journalist.id. Kamis.(08/07).

Pemerintah baaik dari pusat sampai ke daerah melakukan langkah untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi seperti saat ini yang mengharuskan untuk melakukan pembatasan aktivitas di luar rumah. Pilihan untuk sunat di rumah dapat menjadi solusi.

“Orang tua dan anak tidak harus beranjak ke mana-mana, baik sebelum melakukan tindakan, maupun setelahnya dan secara psikologis, anak akan lebih nyaman disunat di rumah atau kamarnya sendiri, ” jelas Tino yang sering dipanggil ke rumah rumah untuk melakukan sunat di sekitaran Kota Bengkalis.

Menurutnya, tindakan sunat secara medis masuk kategori bedah minor tanpa ruang khusus. Yang terpenting adalah peralatan yang digunakan dalam kondisi steril dan prosedur yang digunakan harus dengan protokol kesehatan. “Maka dari itu sunat di rumah bisa dilakukan di saat masa pandemi, "katanya.

Maka dokter yang datang tentunya harus berpengalaman dan didampingi tenaga perawat yang terlatih serta dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan tindakan. Dan anak bisa lebih nyaman secara psikologis dikhitan di kamarnya sendiri.

Manfaat di sunat terutama bagi usia 8 samapai 12 tahun antara lain,

Memperkecil peluang anak terkena infeksi saluran kemih, terutama di satu tahun pertama usianya. Infeksi saluran kemih yang parah dapat mengakibatkan kerusakan ginjal di kemudian hari.

Mencegah terjadinya masalah-masalah penis lainnya, misalnya fimosis maupun peradangan pada kepala penis.

Menurunkan risiko terkena penyakit seksual menular seperti HIV. Namun, manfaat sunat pada anak ini harus disertai dengan pola hubungan seks yang aman dan tidak menyimpang.

Menurunkan risiko terkena kanker. Kanker penis adalah penyakit langka, tapi data membuktikan bahwa penyakit ini jarang menyerang pria yang sudah disunat. Data lain menyebut bahwa wanita lebih jarang mengidap kanker serviks ketika memiliki pasangan pria yang sudah disunat. Dikutip dari berbagai sumber.(yulistar)

Bengkalis
Yulistar

Yulistar

Previous Article

Dipilih Jokowi, Sapi Limousin Berat 889...

Next Article

Giat Imbangan PPKM Skala Mikro, Polres Bengkalis...

Related Posts

Peringkat

Profle

Pardal Riyanto

siswandi

siswandi

Postingan Bulan ini: 32

Postingan Tahun ini: 431

Registered: Apr 13, 2021

Yulistar

Yulistar

Postingan Bulan ini: 25

Postingan Tahun ini: 357

Registered: Apr 15, 2021

Nursalim

Nursalim

Postingan Bulan ini: 17

Postingan Tahun ini: 175

Registered: Apr 19, 2021

Aan Setyawan

Aan Setyawan

Postingan Bulan ini: 16

Postingan Tahun ini: 182

Registered: Apr 19, 2021

Profle

Ryawan Saiyed

Sidang Lanjutan NA, Saksi: Tidak Pernah Nurdin Abdullah Intervensi Dana Pembangunan Masjid 
Suhardi, Sosok Pembimbing Jurnalis Indonesiasatu Biro Lutim Meninggal Dunia
Tim Gabungan Polsek Pengadegan Temukan Orang Hilang Warga Jetis di Gubug Kawasan Hutan Rembang
Polres Bengkalis Ciduk 5 Warga Lagi Asik Main Judi Dadu Goncang Dibawah Pohon Kelapa

Follow Us

Recommended Posts

Sah, Atah Pi'i Resmi Pimpin DPC Gerindra Kabupaten Bengkalis
Kejar Target Herd Immunity, PKB Bengkalis Gelar Vaksin Indonesia Bangkit Pekan Depan
Komplotan Rudi Hartono Meresahkan Warga Desa Bukit Kerikil Akhirnya Digulung Polisi
Perjuangan Ibu Rumah Tangga Asal Rupat Gagal Tes CPNS, Zurina: Saya Ikut Lagi Tahun Depan
Tinjau Pelaksanaan Tes CASN, Pesan Bupati Kasmarni: Kalau Rejeki Pasti Lulus Imbangi Usaha dan Doa